IMG-LOGO
Elektronik

Ada 10 Kategori Berbeda Dalam Pameran Indocomtech 2019

-
IMG

Jakarta, teknonomi-- Ajang pameran teknologi informasi dan komunikasi terbesar di Indonesia, Indocomtech resmi dibuka pada 30 Oktober 2019 di Hall B – Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. Selama 5 hari, mereka akan memamerkan berbagai produk teranyar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dalam 10 kategori berbeda, mulai dari accessories, audio camera, gaming, laptop & PC, TV, telco, smartphone, smarthome hingga wearable device.

Indocomtech 2019 akan menyuguhkan beragam tren teknologi terkini. Tercatat ada sekitar 250 perusahaan teknologi baik lokal ataupun internasional ternama yang berpartisipasi.

Ketua Yayasan Apkomindo Indonesia (YAI), Hidayat Tjokrodjojo mengatakan bahwa Indocomtech adalah bukti komitmen dalam mendukung program pemerintah. “Pemerintah telah memiliki perhatian serius dalam menghadapi arus revolusi industri 4.0 yang begitu canggih. Dengan suguhan beragam tren teknologi terkini yang ditampilkan di Indocomtech, kami berharap dapat turut menyukseskan program yang telah pemerintah jalankan yakni “Making Indonesia 4.0.”

Tahun lalu, pameran ini mencatatkan transaksi sebesar Rp 639 miliar dengan total pengunjung sekitar 185.000 orang. Dengan menargetkan dikunjungi  200.000 pengunjung di tahun ini, Indocomtech tidak hanya menjadi ajang pameran jual beli beragam produk teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), financial technology, smart health, drone, blockchain dan virtual reality saja, tetapi sekaligus juga wahana edukasi dan sharing perkembangan teknologi yang saat ini mengarah pada pemanfaatannya yang lebih luas.

 

Indocomtech kali ini menghadirkan turnamen gaming pertamanya, OMEN Challenger Series 2019, yang diselenggarakan oleh HP Inc. Selain turnamen CS:GO, pengunjung dapat menikmati kompetisi cosplay dan coswalk, serta penampilan dari Weird Genius and Ramengvrl. 

 

Selain itu, Indocomtech juga mengadakan Esports Exhibition yang memungkinkan para pengunjung untuk mendapatkan pengalaman tersendiri dalam memainkan sejumlah game ternama seperti Free Fire, Dota 2 dan CS:GO.

 

“Sesuai dengan temanya “Never Stop Exploring”, Indocomtech senantiasa berusaha memberikan pengalaman lebih kepada masyarakat lewat berbagai inspirasi teknologi serta beragam kegiatan yang menarik dan menghibur. Itulah kenapa tahun ini kami mengadakan turnamen esports, esports exhibition hingga pertunjukan cosplay.” kata Presiden Direktur Traya Eksibisi Internasional Bambang Setiawan.

Sebagai ajang edukasi dan transfer pengetahuan untuk merespon perkembangan teknologi terkini, Indocomtech mengadakan sejumlah program talkshow dan seminar, diantaranya workshop bidang animasi, digital marketing, dan entrepreneurship.

 

Untuk mendukung upaya internaliassi program  pendidikan berbasis 4.0 dan penerapan  Indocomtech bekerja sama dengan Persatuan Guru Indonesia (PGRI) menyelenggarakan Olimpiade TIK Nasional  bertema ICT for Better Future  yang diiikuti hampir 600 peserta yang terdiri dari para siswa mulai dari SD, SMP dan SMA se-Indonesia. PGRI juga mengadakan workshop dan seminar nasional untuk para guru.

Sejumlah kompetisi yang digelar diantaranya robotic, membuat games, coding, video kreatif, ICT for math, blog, fotografi dan sebagainya. Khusus untuk para pendidik juga dapat mengikuti serangkaian workshop dan seminar yang tentang penerapan dan pemanfaatan teknologi informasi yang mendukung pendidikan 4.0 berbasis cloud.

Pelaksanaan Olimpiade TIK  tersebut menurut Ketua Yayasan Apkomindo Indonesia, Hidayat  Tjokrodjojo menjadi ajang sosialiasasi kepada para guru dalam menerapkan metode pembelajaran berbasis STEAM (Science- Technology – Engineering – Art – Mathematics). “STEAM ini sangat penting dipahami dan dikuasai para guru sehingga semua mata pelajaran dapat diaplikasikan secara STEAM. ujar Hidayat Tjokrodojo.

Lebih lanjut Hidayat mengatakan, Indocomtech akan terus melakukan sinergi dan kolaborasi dengan sejumlah kementerian terkait, seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pariwiasata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan instansi terkait lainnya. (W3)