IMG-LOGO
Perspektif

GE dan Upaya Mendukung Women in STEM di Indonesia

-
IMG

Jakarta, teknonomi – GE Indonesia terus mendukung perkembangan wanita Indonesia di sektor Sains, Teknologi, Teknik (Engineering) dan Matematika (STEM) dengan mendorong berbagai diskusi tentang karir di bidang STEM dan memberikan apresiasi kepada lima tokoh wanita Indonesia yang berprestasi dan menginspirasi di sektor tersebut. GE berencana meneruskan kampanye ini melalui kolaborasi dengan pihak pemerintah, swasta dan publik di Indonesia. 



Sektor teknologi dan teknik sangat terdampak akibat kurangnya partisipasi wanita, sehingga menahan kemajuan dan kontribusi yang sebenarnya dapat dicapai sektor-sektor tersebut terhadap perekonomian. Menurut OECD, terdapat korelasi negatif antara kesenjangan gender di suatu negara dengan standar kehidupan rata-rata di negara tersebut. OECD memperkirakan bahwa peningkatan partisipasi wanita di dunia kerja dapat meningkatkan PDB OECD sebesar 5-12% selama lima belas tahun ke depan. Selain itu, karena teknologi baru membutuhkan jenis keterampilan kerja yang baru pula, maka resiko kesenjangan keterampilan pun semakin melebar.



Untuk mencegah hal ini, juga demi memastikan kami membina keterampilan yang tepat, maka kami harus meminimalisir kesenjangan gender dan memaksimalkan seluruh kanal pengembangan ketrampilan. Mengatasi kesenjangan gender akan menciptakan tenaga kerja yang lebih beragam, dan penelitian menunjukkan bahwa tim yang beragam lebih baik dalam pemecahan masalah dan berpikir secara lebih kreatif. Indonesia berada di peringkat ke 85 dari 149 negara dalam Indeks Gender Gap berdasarkan World Economic Forum 2018; dan Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan PDB-nya menjadi US$ 135 miliar pada tahun 2025 jika lebih banyak wanita mengambil peran di sektor-sektor produktif. 



Dalam laporan McKinsey 2019 mengenai ‘Masa depan wanita di tempat kerja: Transisi di era otomatisasi’, terungkap bahwa sekitar 40 - 160 juta wanita di seluruh dunia diprediksi perlu beralih ke pekerjaan lain pada tahun 2030, dan meraih peranan baru dengan keterampilan lebih tinggi. Hal ini dikarenakan lebih banyak wanita yang terkelompok dalam profesi atau industri yang lebih rentan terhadap otomatisasi. Di negara-negara ASEAN, wanita lebih rentan kehilangan pekerjaan mereka sekaligus lebih sedikit lagi yang mendapat pekerjaan dengan peranan yang lebih tinggi. International Labor Organization (ILO) juga melaporkan bahwa 56% karyawan di berbagai pusat hub manufaktur di negara – negara ASEAN termasuk Kamboja, Indonesia, Thailand, Filipina dan Vietnam mungkin akan kehilangan pekerjaan karena disrupsi otomatisasi.  



Walaupun jumlah wanita hampir setengah dari populasi dunia, diperkirakan hanya sekitar 20% para periset di bidang sains, teknologi dan inovasi adalah kaum wanita. Dengan demikian diperlukan lebih banyak upaya untuk menarik dan mempertahankan wanita berkarir di bidang STEM. Dengan semakin banyaknya wanita di bidang teknologi dan manufaktur, GE berharap kesenjangan keahlian akan semakin berkurang dan meningkatkan produktivitas serta potensi digital maupun teknologi baru lainnya untuk membawa perubahan di industri.  


“Agar era baru inovasi digital memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, sangatlah penting untuk berinvestasi dalam pengembangan keahlian serta menciptakan sumber daya manusia yang mumpuni untuk masa depan, antara lain melalui peningkatan pendidikan STEM,” kata Handry Satriago, CEO, GE Indonesia, dalam acara GE Indonesia Recognition for Inspiring Women in STEM di Jakarta (27/11).


“Sangatlah menggembirakan bahwa program pemerintah Indonesia pun memprioritaskan pada pendidikan sains dan pengetahuan terapan, yang mana hal ini memberikan dukungan yang lebih besar kepada berbagai universitas berikut dukungan pembiayaan yang lebih besar untuk penelitian dan pengembangan teknologi. Langkah-langkah ini akan membantu Indonesia mengembangkan SDM yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan dan penggunaan teknologi baru," imbuh Handry.



GE Indonesia telah secara aktif melakukan program pemberdayaan wanita di bidang STEM melalui sistem perekrutan maupun GE Women Network. Selama dua tahun terakhir, GE Women Network telah menjangkau lebih dari 2000 wanita baik di sektor publik maupun swasta untuk membangun keseimbangan gender di tempat kerja.



Sebagai informasi, di dalam forum tersebut, GE memberikan apresiasi terhadap lima wanita Indonesia berprestasi dan menginspirasi di bidang STEM serta berdiskusi bagaimana sektor publik dan swasta dapat bekerja sama dalam mendorong lebih banyak wanita untuk berpartisipasi dalam bidang STEM. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 300 tamu, termasuk jajaran eksekutif puncak baik dari sektor publik maupun swasta serta mahasiswa/i. (W1)