IMG-LOGO
Transportasi

Grab dan Dishub DKI Kerjasama Tingkatkan Mutu Jalur Sepeda Senayan

-
IMG

Jakarta, teknonomi - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Grab meresmikan Program Peningkatan Mutu Jalur Sepeda untuk Alat Mobilitas Pribadi (AMP) di Jakarta. Program ini untuk menciptakan ekosistem AMP yang aman bagi semua pengguna. Sebagai tahap awal Grab dan Dishub DKI Jakarta akan meningkatkan mutu jalur sepeda sepanjang 6 KM di sekitar kawasan Senayan dan Gelora Bung Karno serta bekerjasama untuk membuat jalur baru di lokasi lainnya di Jakarta berdasarkan masukan dan data dari kedua pihak.


“Grab memahami bahwa saat ini, minat masyarakat terhadap alat mobilitas pribadi semakin meningkat. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan positif yang kami lakukan minggu lalu, Grab dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan bekerja sama dalam menciptakan ekosistem AMP yang aman bagi semua pengguna. Kemitraan ini juga sejalan dengan amanat Instruksi Gubernur DKI Jakarta nomor 66 tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara. Grab dan Pemprov DKI Jakarta akan melakukan peningkatan mutu jalur sepeda, sehingga dapat menjadi jalur yang mendukung penggunaan alat mobilitas pribadi bagi masyarakat. Kami juga siap mendukung rencana pemerintah untuk membuat peraturan yang akan lebih menjamin keamanan pengguna AMP, kesejahteraan para mitra dan memungkinkan Grab untuk melayani kebutuhan masyarakat Indonesia secara efektif,” jelas Tri Sukma Anreianno, Head of Public Affairs Grab Indonesia.Sementara itu, Priyanto, MT,


Kepala Bidang Departemen Lalu Lintas, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga menambahkan, "Inisiasi daripada Grab Indonesia (ini) adalah salah satu bentuk kolaborasi dalam rangka partisipasi membangun jalur sepeda dalam rangka meningkatkan mutu kualitas jalur sepeda. Saya mewakili Dinas Perhubungan khususnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyambut dan memberikan mengapresiasi Grab ikut berkolaborasi dalam rangka meningatkan mutu jalur sepeda."


Pada saat yang bersamaan, Grab juga program Three Es: Educate (mengedukasi), Equip (melengkapi) dan Enforce (menegakkan) sebagai inisiatif keamanan terbaru untuk GrabWheels yang akan melengkapi inisiatif kemanan yang telah diterapkan sebelumnya. Sejak pertama kali skuter listrik GrabWheels hadir di Indonesia, Grabi telah memberlakukan berbagai peraturan dan inisiatif keselamatan seperti:


Pengguna GrabWheels harus berusia minimal 18 tahun ke atas.Hanya 1 orang yang diperbolehkan untuk mengendarai 1 skuter listrik - tidak diperbolehkan untuk berboncengan.Mengatur limit kecepatan skuter listrik hingga 15km/jam. Melengkapi skuter listrik dengan lampu yang secara otomatis menyala dan reflektor sehingga tetap terlihat ketika malam hari Menghadirkan Station Managers di area parkir di seluruh Jakarta untuk mengedukasi pengguna dan patroli keamanan di jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk menghindari penggunaan GrabWheels di JPO. Secara aktif menyediakan edukasi keamanan berkendara di lokasi parkir dan melalui aplikasi dan media sosial.


Namun Grab menyadari bahwa hal ini tidak cukup dan jika skuter listrik dapat menjadi moda transportasi yang dapat digunakan seterusnya, maka masih ada banyak hal yang perlu dilakukan bersama-sama. Oleh karena itu, mulai minggu ini, Grab akan memperkenalkan standar keselamatan tambahan untuk:


Better educate, mengedukasi pengguna tentang perilaku berkendara yang aman - apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika mengendarai skuter listrik. Better equip, melengkapi skuter listrik dan pengguna dengan fitur keamanan tambahan. Better enforce, menegakkan aturan penggunaan skuter listrik yang lebih aman dan bertanggung jawab. Melalui inisiatif Three Es: Educate more, Equip more and Enforce more diharapkan akan meminimalisir risiko kecelakaan. Secara lebih detail, berikut penjelasan inisiatif tersebut:


Educating, mengedukasi pengguna skuter listrik tentang berkendara yang aman dan bertanggung jawab


Selain menambah informasi keamanan di lokasi parkir dan melalui aplikasi, Grab akan meluncurkan kampanye online dan offline untuk menyebarkan informasi penggunaan skuter listrik yang aman dan bertanggung jawab. Semua stasiun parkir GrabWheels akan dilengkapi dengan kartu informasi tentang perilaku berkendara yang aman. Akan ada lebih banyak konten edukasi yang akani disiarkan melalui berbagai channel komunikasi Grab. Hal ini juga akan diinformasikan kepada lebih dari 300 mitra parkir GrabWheels di Jabodetabek yang juga akan mengedukasi dan mengawasi penggunaan GrabWheels kepada para penggunanya.


Grab akan mengadakan rangkaian safety roadshow di lokasi parkir GrabWheels dan menempatkan lebih banyak tim di lokasi parkir GrabWheels dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) untuk menginformasikan pengguna terkait penggunaan yang aman dan bertanggung jawab. Grab juga akan mempertegas tampilan aturan keamanan dan penggunaan melalui aplikasi sebelum mereka diperbolehkan membuka kunci skuter listrik GrabWheels. Dengan berbagai konten dan ketersediaannya yang lebih banyak, Grab berharap dapat mendorong perilaku berkendara yang lebih baik lagi.


Equipping, melengkapi dan memberdayakan berkendara yang aman dan bertanggung jawab


Selain membatasi limit kecepatan skuter listrik pada kecepatan 15km/jam dan melengkapi skuter listrik dengan lampu dan reflektor, Grab akan menyediakan helm pengaman lebih banyak di setiap lokasi parkir. Untuk memastikan helm ini dapat digunakan oleh banyak pengguna Grab berharap para pengguna dapat mengembalikan helm tersebut bersama dengan skuter listrik GrabWheels karena hal tersebut akan berdampak bagi keselamatan pengguna lainnya.


Grab juga akan melakukan pembaruan teknologi yang akan menghentikan penggunaan skuter di beberapa area seperti area car free day, JPO, dan lain-lain. Salah satu contohnya adalah dengan membuat skuter listrik dapat berhenti secara bertahap tentunya dengan kecepatan yang berkurang dengan aman ketika mendekati area JPO.


Enforcing, menengakkan berkendara yang aman dan bertanggung jawabGrab memahami bahwa upaya pencegahan dan penegakkan harus berjalan beriringan. Grab akan menghadirkan tim di lapangan untuk melakukan tindakan apabila ada perilaku berkendara yang tidak aman. Pengguna yang terbukti melanggar aturan keselamatan GrabWheels seperti berkendara berboncengan dengan 1 skuter listrik atau membiarkan anak di bawah umur untuk mengendarai skuter, dan sebagainya akan didenda sebesar Rp 300.000. Akun mereka juga akan ditangguhkan.


Dengan seluruh standar keselamatan tambahan dan program peningkatan mutu jalur sepeda untuk alat mobilitas pribadi di DKI Jakarta, Grab dan Pemprov DKI Jakarta mengimbau para pengguna untuk selalu mematuhi peraturan dengan menggunakan jalur yang sudah tersedia. Selain itu, penting bagi pengguna untuk terus berhati-hati dan memperhatikan kondisi jalan ketika berkendara.(W2)