IMG-LOGO
Infrastruktur

Pemanfaatan AI, AR dan VR Keniscayaan Bagi Semua Sektor Industri

-
IMG


Jakarta, teknonomi – Dalam acara DISRUPTO yang digelar selama 3 hari mulai dari tanggal 22 - 24 November 2019, di Plaza Indonesia, Jakarta. Salah seorang pembicara, Michael Budi, CEO & Co–Founder WIR Group, memaparkan, bahwa pemanfaatan AI, AR dan VR dalam berbagai sektor industri di Indonesia akan meningkat sebagai solusi bagi bisnis di beragam sektor dan transformasi perusahaan.


"Digital reality pun pada akhirnya menjadi salah satu strategi dalam mengembangkan dan bertransformasi ditengah terus didorongnya infrastruktur di Indonesia," jelasnya.


Selain itu,  ia menyatakan, industri ritel merupakan salah satu industri yang memiliki pertumbuhan tercepat dengan konsumen yang menuntut diferensiasi pengalaman, sehingga teknollogi digital reality ini merupakan solusi yang strategis dalam pertumbuhan bisnis atau transformasi. Teknologi digital reality bersifat inklusif karena bisa diterapkan di beragam sektor seperti fintech, kesehatan, agrikultur, transportasi dan pelayanan informasi di bandara serta lainnya.


WIR Group sendiri, lanjutnya, telah beroperasi dengan prinsip fundamental dan optimis dalam melihat perkembangan pemanfaatan digital reality di beragam sektor dan terutama mereka yang ingin bertransformasi.


Dengan pengalaman sejak tahun 2009, WIR Group dan hingga kini telah melayani lebih dari 1000 proyek di 20 negara, termasuk Amerika, Jerman, Spanyol, Nigeria, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Myanmar dan beberapa negara lain serta memiliki beberapa sub unit dalam bisnisnya, yakni AR&Co (pengembang konten augmented reality), DAV (perangkat internet of things berbasis augmented reality), Mindstores (jaringan toko virtual), dan Minar (game augmented reality berbasis geolocation)


"Kami juga telah menghasilkan kerja sama strategis dengan beberapa pemimpin industri di Indonesia seperti Alfamart, Kimia Farma, Electronic City, PHRI, PPJI, dan Awadah Group," papar dia.


Mengutip Laporan International Data Corporation yang memperkirakan anggaran teknologi informasi pada sektor ritel akan tumbuh 17% per tahun hingga 2021. Ini menjadikan sektor ritel menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat untuk belanja teknologi di Indonesia. IDC memperkirakan sektor ritel akan memprioritaskan transformasi digital untuk meningkatkan business operations, customer engagement dan pemahaman yang lebih baik tentang referensi berbelanja konsumen.(W1)